Jumat, 17 Oktober 2008

Haruskah Pembajakan Software Diberantas?

Kita semua sama2 tahu bahwa pembajakan itu merupakan suatu hal yang melanggar peraturan dan sangat diwanti-wanti oleh setiap negara di dunia.tentunya,pembajakan merupakan hal yang sangat menyakitkan hati si pemilik hak cipta software tersebut karena selain pendapatannya berkurang drastis,ia pun menjadi malas untuk berkreatifitas untuk membuat software baru karena ia tahu bahwa softwarenya nanti bakal dibajak juga.sebagai contoh saja,perbandingan harga antara software asli dan software bajakan sangat2 jauh berbeda.misalnya program Microsoft Office asli yang dijual seharga 3 juta rupiah berbanding dengan program Microsoft Office Bajakan yang dijual seharga 25 ribu rupiah.dalam hal ini ada dua pihak yang satu untung satu rugi.yang untung pasti para pembajak software dan yang rugi pasti pemilik hak cipta software tersebut.tetapi apakah kalian pernah melihat sisi baik yang dilakukan oleh para pembajak software? meskipun mereka tidak menyadarinya? misalnya saja seorang PNS yang membutuhkan sebuah program pengolah data ( dalam hal ini Microsoft Office ) yang digunakan untuk pekerjaan sehari-hari.bagaimana jika seorang PNS tsb harus membeli software Microsoft Office yang asli? sedangkan uang gaji mereka selama satu bulan saja hanya 2,5 juta rupiah? tentunya mereka pasti membeli software bajakan kan? atau seorang anak sekolah yang datang dari sebuah daerah terpencil/desa yang ingin belajar Microsoft Office atau orang2 yang kurang mampu ingin belajar Microsoft Office di komputernya ( bagi yang punya ) haruskah mereka membeli software Microsoft Office yang asli yang mungkin kata mereka harganya nggak masuk akal? sedangkan mereka untuk makan saja pontang panting cari uang tiap hari? mereka pasti akan membeli software bajakan bukan? jadi,untuk hal ini,saya rasa kita harus melihat sisi baiknya dari para pembajak dan coba kita kesampingkan dulu sisi buruknya.terserah kalian mau pro atau kontra terhadap statement saya ini.jadi,cayo terus para pembajak... dalam hal ini,misi kemanusiaan lho... jgn salah sangka yah... wkwkwk...

Intel SSD X-25E Yang Datang Terlambat


( SSD Intel Terbaru )

Sumber : http://www.infokomputer.com/

Intel menawarkan Solid State Drive (SSD) X-25E Extreme SATA berkapasitas 64 GB awal tahun mendatang. Meskipun datang lebih lama dari storage milik Samsung, Intel tetap optimis menawarkan storage yang lebih baik 100 kali kinerjanya dibanding harddisk drive biasa. Pemanfaatannya produk ini digunakan untuk server, workstation, dan enterprise data center.

Hebatnya, produk SSD Intel ini sudah menggunakan teknologi 50 nanometer single-level cell (SLC) NAND flash memory. Dengan teknologi tersebut, produk ini dapat membaca dengan kecepatan sampai 250 MB per detik,dan 170 MB per detik untuk kecepatan tulisnya. Sedangkan untuk beroperasi SSD hanya memerlukan daya sebesar 2,4 watts.

Sebelum meluncurkan SSD berkapasitas 64 GB berukuran 2,5", ternyata Intel sudah memproduksi SSD berkapasitas 32 GB pada pertengahan Oktober ini. Kisaran harganya sendiri ada pada US$ 695 untuk pembelian 1000 unit.

Kamis, 16 Oktober 2008

New MacbookPro



( Generasi Baru MacBook Pro )

Sumber : http://www.infokomputer.com/

Kabar gembira untuk Anda para pecinta notebook tipis Macbook. Notebook yang pada awalnya rilis dalam satu warna (putih) kini mulai menghadirkan generasi anyarnya, Macbook Pro. Bahkan kabarnya, provokator notebook tipis tersebut telah dibandrol dengan harga yang super miring, saat ini menjadi sekitar US$999.

Macbook Pro hadir dengan tampilan layar lega seluas 15". Perbedaan yang paling mencolok terletak pada bahan baku casing yang membalut notebook tipis ini yang terbuat dari bahan aluminium. Pada komponen bagian dalam Macbook Pro dapat dijumpai prosesor grafis GeForce 9600M GT dengan daya tahan penggunaan baterai selama 4 jam. Dengan tebal hanya 0,95", Macbook Pro tetap masuk ke dalam jajaran notebook tipis saat ini.

Macbook Pro membenamkan Intel Core 2 Duo dengan clock speed 2.8GHz berbasis teknologi 45-nm. Di sini pengguna akan menemukan dua buah slot USB 2.0 serta sebuah port FireWire 800. Notebook Apple yang mematok harga awal US$1999 ini juga menanamkan memori 4GB dengan harddisk berkapasitas hingga 320GB.

HP Mininote 2133

Sumber : http://www.infokomputer.com/

Dari tampangnya, kita bisa melihat betapa seriusnya HP menggarap netbook pertamanya. Dengan bahan aluminium, Mininote 2133 terlihat begitu kokoh sekaligus gaya. Butuh waktu untuk membuktikan apakah fisiknya memang setangguh tampilannya, tetapi ketika kami coba memperlakukannya sedikit kasar, terbukti tidak terjadi goresan permanen di permukaannya.

Jika melihat ukuran keyboardnya, kembali kita bisa melihat keseriusan HP. Dengan ukuran keyboard ini nyaris sama (tepatnya 92%) jika dibanding ukuran keyboard notebook standar, setiap tombol terasa luas bahkan bagi Anda yang berjari besar. Kami juga mendapati setiap tombol terasa empuk saat ditekan, sehingga salah pencet adalah hal yang sangat jarang terjadi di netbook ini.

Boleh dibilang, Mininote 2133 adalah netbook paling nyaman digunakan untuk mengetik. Satu-satunya yang agak aneh adalah posisi tombol klik kiri dan kanan yang mengapit touchpad, yang sepertinya disebabkan kurangnya tempat di sisi bawah touchpad.

Dari sisi fasilitas, Mininote 2133 juga tampil istimewa berkat keberadaan slot ekspansi Express Card. Fasilitas ekspansi ini tidak tersedia di netbook lain, dan bisa menjadi faktor penting bagi Anda yang ingin menambah fasilitas tambahan seperti TV Tuner atau modem seluler. Konektor lain yang tersedia di netbook ini adalah USB (2) dan card reader berbasis SD.

Namun fasilitas paling istimewa dari netbook ini adalah resolusi layarnya yang mencapai 1280x600 pixel. Di netbook lain, resolusinya terbatas di angka 1024x600 pixel.

Resolusi lebih tinggi berarti area pandang yang lebih luas, dan ini menjadi kelebihan tersendiri ketika browsing di internet atau melihat foto. Namun perlu dicatat resolusi setinggi itu di layar ukuran 8,9” membuat teks terlihat kecil, yang mungkin menjadi masalah untuk mata yang sudah menua.

Sayangnya HP memilih menggunakan prosesor VIA C7M 1,2GHz. Dari hasil pengujian terlihat, jelas terlihat prosesor ini memiliki performa di bawah Intel Atom atau pun Celeron. Apalagi netbook ini menggunakan sistem operasi Windows Vista (Basic Edition) yang terkenal berat itu.

Untuk mengetik, browsing internet, atau memutar film dari Youtube, Mininote 2133 bisa melakukannya dengan mudah. Namun ketika kita membuka banyak jendela, keterbatasan VIA C7M menjadi terasa.

***

Secara desain, rancangan HP Mininote 2133 nyaris sempurna. Tampilannya bagus, nyaman digunakan, dan ditunjang dengan fasilitas yang komplit. Bobotnya sedikit lebih berat dibanding pesaingnya, tetapi kami rasa tidak banyak yang keberatan membawa peranti berbobot 1,28kg ini.

Yang lebih patut dicatat adalah keterbatasan di sisi prosesor yang membuatnya tidak bisa digunakan untuk aplikasi multitasking. Namun jika Anda bukan termasuk pengguna aplikasi kelas berat, Mininote 2133 merupakan pilihan yang layak dilirik.

Plus : Tampang keren; ukuran keyboard luas; fasilitas komplit.

Minus: Performa prosesor kurang prima.

Skor Penilaian

(maksimal 5)

Kinerja : 3,4

Fasilitas : 4,5

Kemudahan : 4,5

Harga : 4

Skor Total : 4,07

Hasil Uji HP Mininote 2133

Kinerja

Waktu

Cinebench R10

48 menit 45 detik

Encoding video

2 jam 23 menit 50 detik

Encoding audio

16 menit 58 detik

Daya Tahan Batere


Batere meter

1 jam 37 menit

Batere eater

1 jam 17 menit

Spesifikasi HP Mininote 2133

Prosesor

VIA C7-M 1,2GHz

Memori

DDR2 667MHz, 1GB

Chipset

VIA VN896

Kartu grafis

VIA Chrome 9 HC IGP

Harddisk

120GB

Optical drive

Tidak ada

Fasilitas

Wi-Fi, Bluetooth, Cardreader, USB (2x), Kamera, Express Card

Layar

8,9”, 1280x768 pixel

Kartu suara

ADI 1984HD

Sistem operasi

Windows Vista Basic

Batere

2600 mAh

Dimensi

25,5x16,5x 2,7 cm

Bobot

1,28 kg

Garansi

1 tahun

Situs Web

www.hp.com

Harga Kisaran*z

Rp 5,9 juta